batik

Makna dan Cerita di Balik Batik Sasirangan!

Kain batik yang menjadi identitas negara kita sudah dikenal di mancanegara. Namun, tak banyak yang mengetahui terkait dengan nama dan berbagai motif yang ada. Misalnya saja motif yang berasal dari Solo, Yogya, Madura, hingga Kalimantan.

batik

Setiap daerah memang memiliki ciri khas masing-masing. Inilah yang dinamakan keberagaman budaya. Keanekaragaman ini menjadikan budaya Indonesia yang semakin kaya dan beragam.

Kain khas suatu daerah yang kita kenal dengan beragam jenisnya, seperti kain ulos yang merupakan kain khas Sumatera Utara, hingga songket yang merupakan kain khas Palembang. Tak ketinggalan dengan kain Sasirangan yang berasal dari Kalimantan Selatan ini.

Siapa sangka bahwa motif batik khas Banjar ini juga memiliki cerita dan sejarahnya. Berasal dari warisan budaya yang menjadi tradisi turun temurun ini pastilah punya fungsi masing masing dalam budaya yang dimiliki oleh suku empunya.

Inilah beberapa kisah dari kain khas Banjar Sasirangan ini!

Makna dan Cerita di Balik Batik Sasirangan!

  1. Mampu mengobati penyakit

Salah satu dari ceritanya adalah bahwa dahulu kain sasirangan yang merupakan kain adat suku Banjar ini memang diwariskan secara turun temurun.

Kain sasirangan sangat dipercaya mampu untuk mengobati penyakit yang dimiliki atau disebut batamba. Bahkan ini menjadi warisan turun temurun.

  1. Mampu mengusir roh jahat

Di dalam kebudayaan Suku Banjar sebelumnya, mereka meyakini bahwa kain Sasirangan ini memiliki kemampuan yang tidak biasa atau dalam kata lain memiliki kemampuan magis.

Sasirangan dipercaya mampu mengusir roh jahat dan juga dapat melindungi penggunanya dari gangguan makhluk halus yang dapat menyakitinya.

  1. Hanya dibuat sesuai permintaan

Tidak seperti saat ini dengan adanya produksi massal, dahulu kain sasirangan hanya dapat dibuat sesuai dengan permintaan.

Hal in dikarenakan kepercayaan Suku Banjar yang menganggap kain Sasirangan memiliki kemampuan yang tidak biasa. Maka dari itu tak boleh sembarangan orang memproduksi dalam jumlah banyak, khawatir bisa disalahgunakan.

  1. Setiap warna memiliki arti

Dalam kata lainnya, dengan produksi yang “limited editionpola batik Sasirangan memiliki makna tersendiri, juga terhadap warna yang digunakan.

Setiap warna pada kain memiliki arti yang bertujuan untuk mengobati jenis penyakit yang dideritanya ataupun dengan tujuan lainnya. Terkadang kain Sasirangan juga dikenal sebagai kain pamintaan.

Pewarna yang digunakan pada masa kerajaan dahulu juga masih berbahan alami, seperti warna kuning yang berasal dari kunyit. Warna merah yang berasal dari buah gambir, mengkudu, dan kesumba, hingga warna coklat yang berasal dari kulit buah rambutan.

  1. Hanya dikenakan oleh Bangsawan

Karena memang dianggap sebagai kain yang sakral, kain Sasirangan pada saat itu hanya dapat dikenakan oleh kaum bangsawan saja.

  1. Arti Sasirangan

Arti kain Sasirangan sendiri berasal dari kata “menyirang” atau yang berarti menjelujur. Ya, sesuai dengan namanya, kain ini dibuat dengan cara menjelujur. Yang mana setelahnya diikat dengan tali dan dicelupkan ke dalam pewarna pakaian.

Sejarah lain dari motif batik Sasirangan ini!

Makna dan Cerita di Balik Batik Sasirangan!

  • Diwariskan secara turun temurun sejak abad XII.

Kain Sasirangan ini dibuat pada saat Lambung Mangkurat menjadi Patih Negara Dipa. Dalam masyarakat Banjar menyakini bahwa kain ini sengaja dibuat untuk memenuhi permintaan Putri Junjung Buih.

batik

  • Bertapa

Pertapaan Lambung Mangkurat yang memiliki hari yang panjang, yakni selama 40 hari 40 malam di atas rakit Balarut Banyu.

  • Lahir dari segumpal buih

Kisah lainnya, bahwa Putri Junjung Buih diyakini berasal dan lahir dari segumpal buih di daerah Rantau Kota Bagantung yang menjelang akhir pertapaan Lambung Mangkurat.

Sang Putri akan menampakkan wujudnya jika permintaannya sudah terpenuhi.

Beberapa kisah itu hanya menjadi pemantik bagaimana ceritanya bermula. Keunikan dari kain Sasirangan sendiri adalah karena motifnya yang paten atau terkadang masih belum banyak digunakan.

Hingga keistimewaan lainnya, kain ini menjadi sebuah pakem budaya jika memang pembuatannya masih secara tradisional dan bukan seperti kain cap lainnya yang diproduksi secara massal.

Scroll to top