Ragam Baju Adat Pulau Sumatra yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ragam Baju Adat Pulau Sumatera yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Posted by

Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya akan kebudayaan. Hal ini tak lepas dari besar wilayah negara ini sehingga masyarakat yang tinggal di satu pulau memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat di pulau lainnya. Bahkan mereka yang tinggal di pulau samapun belum tentu memiliki budaya yang sama. Contoh dari keragaman budaya di Indonesia, adalah banyaknya baju adat yang dimiliki oleh masyarakat di pulau Sumatra. Meski berada dalam satu pulau yang sama, namun masyarakat pulau Sumatra memiliki baju tradisional yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa contoh baju tradisional pulau Sumatra yang perlu dilestarikan:

Ragam Baju Adat Pulau Sumatra yang Mungkin Belum Anda Ketahui

  • Ulee Balang.

Ulee Balang merupakan baju tradisional dari Nangroe Aceh Darussalam. Ulee balang sendiri memiliki arti Raja dan Ratu yang berarti adalah pakaian kebesaran. Meski pada awalnya pakaian ini adalah pakaian kebangsawanan Aceh, namun sekarang digunakan untuk pesta pernikahan siapa saja yang memiliki darah Aceh. Terdiri dari 3 bagian yaitu atas, tengah dan bawah dimana bagian atas merupakan yang paling unik. Untuk pria memakai topi kerucut dan wanita menggunakan ikat kepala yang penuh hiasan hingga membentuk kerucut yang tinggi.

  • Ulos.

Ulos merupakan baju adat suku batak. Ulos sendiri adalah kain tenun yang di tenun menggunakan tangan. Ada 4 warna dasar pada Ulos yaitu putih sebagai lambang kesucian, merah sebagai lambang keberanian, kuning sebagai lambang kejayaan dan hitam sebagai lambang duka cita. Ulos sering digunakan sebagai hadiah sesuai dengan kejadian pada saat itu.

  • Bundo kanduang.

Dari namanya pasti sudah mengenal baju tradisional satu ini. Baju ini berasal dari Sumatra barat yang populer dengan masakan padangnya. Memiliki arti penghormatan terhadap ibu kandung yang menjadi kepala marga di suku minang kabau. Bagian kepala menyerupai rumah adat minang yaitu tanduk yang berarti kebaikan dan akal. Bagian kedua adalah baju kurung, dan bagian ketiga adalah kain sarung yang menjadi penutup tubuh bagian bawah.

  • Melayu jambi.

Baju tradisional Jambi disebut sebagai baju lacak. Terdiri dari penutup kepala pria yang memiliki bentuk meruncing di bagian samping, dan baju kurung dengan semua bahannya adalah kain beludru. Baju untuk wanita juga menggunakan model baju kurung dengan bahan beludru. Namun untuk wanita diberi banyak aksesoris dengan bentuk bunga melati, pucung rebung dan bunga tangapo.

Baca juga: Pengaruh Positif dan Negatif dari Perkembangan Fashion Indonesia

Selain kelima baju adat tersebut masih banyak lagi baju tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Sumatra. Sebagai masyarakat Indonesia, kita wajib menjaga kelestarian budaya dimana salah satu caranya adalah dengan melestarikan penggunaan busana adat meski hanya di hari-hari tertentu saja. Jangan sampai kebudayaan nenek moyang justru tergerus dengan kebudayaan asing yang akan membuat hilangnya warisan budaya asli negeri ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *