Perkembangan Dunia Mode dari Masa ke Masa

Posted by

Dunia mode sudah dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu, awalnya pakaian adalah kebutuhan primer atau pokok untuk menutupi tubuh dan dibuat dari bahan kulit binatang atau kulit kayu.

Namun, seiring perkembangan zaman dan peradaban manusia, cara berpakaian manusia juga ikut berkembang ke arah yang lebih baik. Benang dan kain mulai dikenal dan dibuat, kemudian mulai dijahit menjadi baju yang bisa melindungi tubuh dari cuaca.

Masyarakat yang paling concern terhadap perkembangan dunia mode dan fashion ialah masyarakat di Eropa dan Amerika. Pada mulanya, masyarakat Amerika dan Eropa hanya fokus pada perkembangan fashion untuk kaum laki-laki. Namun, seiring perkembangan zaman, justru fashion untuk kaum wanita yang berkembang lebih pesat. Fashion wanita inipun menjadi tolak ukur kecantikan wanita dari masa ke masa.

Pada abad ke-15, tolak ukur kecantikan wanita adalah citra keibuan, oleh karena itu fashion yang berkembang kala itu adalah gaun dengan model bertumpuk dengan lekukan tubuh yang mengarah pada bentuk dada serta perut.

Kemudian pada abad ke-19, gaun bertumpuk mulai ditinggalkan dan berganti menjadi gaun dengan kain tipis berwarna pusat yang mudah rusak, kemudian dengan belahan dada yang rendah sehingga wanita terlihat rapuh dan mudah terserang penyakit saat musim dingin.  

Memasuki tahun 1830-an, muncul tren fashion dimana membuat baju untuk melindungi wanita dari cuaca yang tidak bersahabat, oleh sebab itu muncullah korset. Korset merupakan jenis pakaian yang memiliki fungsi untuk melindungi tubuh wanita dari cuaca, namun pada perkembangannya korset yang ketat justru membuat pemakainya tersiksa. Korset pun sebenarnya juga mengalami perkembangan, yang awalnya mempunyai penyangga yang terbuat dari besi, kemudian tulang ikan hiu, namun tetap tidak memberikan kenyamanan pemakainya.

Pada masa itu, wanita digambarkan sebagai seorang yang tak berdaya, perut yang sangat langsing karena tertekan korset sehingga membuat pemakainya mudah jatuh pingsan sehingga dapat menarik perhatian kaum lelaki. Stereotipe ini berkembang untuk menggambarkan wanita Amerika Selatan pada permulaan abad ke-20.

Perubahan mode pakaian mulai berubah secara signifikan saat memasuki abad ke-20, wanita pada masa itu mulai bisa mengeksplorasi gaya berpakaiannya, akan tetapi penggunaan korset tetap belum bisa dihilangkan.

Pada tahun 1920-an, korset mulai ditinggalkan, dan potongan baju pun sudah tidak lagi menyiksa karena berubah longgar. Para wanita pun tak hanya mengenakan gaun atau rok saja, namun juga sudah mulai menggunakan celana panjang dengan bentuk kulot.

Untuk di Indonesia sendiri, tren fashion mulai mengalami perkembangan setelah negara ini merdeka, tepatnya pada tahun 1960-an yang mana gaya fashionnya masih banyak dipengaruhi budaya Eropa terutama budaya yang dibawa oleh para penjajah Belanda.

Selama manusia masih hidup, maka perkembangan dunia mode akan terus berlanjut dan akan banyak tren-tren baru yang nantinya bermunculan, atau bahkan bisa jadi mode di masa depan akan merujuk pada mode-mode yang ada sekarang ini, karena mode dan fashion seperti roda yang terus berputar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *