Fashion Update Dari Panggung Jakarta Food and Fashion Festival 2016

Posted by

Fashion update dari panggung Jakarta Food and Fashion Festival 2016 is here! JFFF sudah berlangsung dari tahun 2004. Dan tahun ini, JFFF kembali digelar pada tanggal 22 April – 22 Mei di Summarecon Kelapa Gading. Event Fashion Festival JFFF 2016 sendiri berlangsung mulai 27 April – 15 Mei. Dibuka dengan bazaar fashion Indonesia di sepanjang koridor lantai dasar MKG dan dilanjutkan dengan rangkaian fashion show di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading.

Fashion update pada Fashion Festival JFFF 2016 menampilkan peragaan busana pembuka dengan tema ‘Kain Negeri Indonesia Barat’ dari label Kain Negeri. Label tersebut adalah kolaborasi eksklusif Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) dengan JFFF. Didi Budiardjo yang merupakan penggagas ide mengatakan bahwa tema tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kain pelosok dari Indonesia, serta membantu meningkatkan ekonomi para pengrajin.

Koleksi fashion update para designer seperti karya Didi Budiardjo, Chossy Latu, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Itang Yunasz, dan Priyo Oktaviano dipamerkan.

Pada delapan koleksi yang ia pamerkan, Didi memilih untuk mengaplikasikan kain tenun Gedog dari Tuban, Jawa Timur. Untuk sentuhan modern, Didi mengombinasikannya dengan bahan denim dan metal dengan model ready to wear. Designer lainnya adalah Yusjirwan Yunasz, atau yang lebih dikenal dengan Itang Yunasz yang mengolah kain Tenun Troso asal Jepara bertajuk ‘aLLiance from West’.

Hian Tjen, untuk pertama kali menggunakan kain nusantara dalam karyanya, memilih kain tenun asal Baduy dan menamakan koleksinya sebagai ‘Etnicology’. Hian Tjen mengeksplorasi kain tenun Baduy dengan bentuk potongan pendek dan ketat pada atasannya dipadukan dengan bawahan panjang bervolume. Sedangkan designer wanita satu-satunya di ajang JFFF 2016 yaitu Ghea Panggabean memamerkan karyanya dengan tema kain Jumputan “Pelangi” Palembang dalam gaya bohemian yang menjadi cirikhasnya dan nuansa etnik yang terinspirasi dari budaya suku Mentawai. Ghea memberi kesan masa kini dengan detail pernik kerang dan motif tribal nan unik dan stylish.

Selain itu, fashion update di Fashion Festival 2016 datang dari gelaran show tunggal 8 desainer; Adrian Gan, Albert Yanuar, Handy Hartono, Hengki Kawilarang, Ivan Gunawan, Maya Ratih, Musa, dan Yogie Pratama.

Salah satu designer terkemuka Ivan Gunawan dengan label Jajaka memamerkan koleksi batik Megamendung bertajuk ‘Layang-layang’ dengan siluet flowy nan kasual. Sebanyak 40 outfits yang dikerjakan Ivan dalam 3 bulan dihadirkan malam itu. Ivan Gunawan memilih tema Layang-layang untuk mengingatkan pada permainan masa kecil yang sudah lama ditinggalkan oleh anak zaman sekarang (dikutip dari perkataan Ivan Gunawan.) Busana untuk wanita karya Ivan Gunawan hadir dengan gaun model A line, long dress, cutting asimetris, atasan crop top. Sedangkan untuk pria didominasi dengan setelan kemeja dan blus. Motif batik pesisiran, bunga-bunga, dan garis-garis dengan warna-warna cerah menjadi pilihan Ivan Gunawan untuk koleksinya kali ini.

Hengki Kawilarang menghadirkan koleksinya yang glamor menggunakan teknik couture yaitu mengukir bordiran sederhana tetapi elegan, dengan detail dramatis. Koleksi yang bertajuk ‘Dewi’  yang artinya wanita, diambil dari keagungan, dan keanggunan Dewi Yunani, Mesir, dan Persia, seperti dikutip dari penjelasan Hengki dalam press conference.

Model ballroom gown, sheer, hingga mermaid dress menghiasi catwalk dengan indah. 63 outfits gaun yang dikerjakan Hengki selama sebulan itu bernuansa segar dan cerah dengan warna-warna  seperti pink, putih, hijau, hingga biru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *